Langsung ke isi
ModalWallet
Daftar isi

Jenis-Jenis Saham yang Perlu Dikenali Pemegang Saham Pemula

Diperiksa

Lot pertama yang Anda beli lewat aplikasi sekuritas hampir pasti berupa saham biasa. Namun prospektus, laporan tahunan, dan berita aksi korporasi memakai nama lain: saham istimewa, saham treasury, saham bonus, bahkan “saham kosong”. Bab ini memilah istilah itu satu per satu, lengkap dengan apa artinya bagi hak Anda.

Tumpukan lembar sertifikat saham transparan dengan kaca pembesar di atasnya

Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU No. 40 Tahun 2007) memberi ruang bagi anggaran dasar perseroan untuk menetapkan lebih dari satu klasifikasi saham. Karena itu “jenis saham” bisa dibedakan menurut beberapa sudut: hak yang melekat (biasa atau istimewa), siapa yang sedang memegangnya (publik atau perusahaan sendiri), dan dari mana lembar itu lahir (setoran modal, kapitalisasi agio, atau pembagian laba). Tabel ringkas berikut membantu sebelum masuk ke rinciannya.

Ringkasan umum. Rincian hak untuk emiten tertentu selalu merujuk pada anggaran dasar dan prospektusnya.
JenisHak suara di RUPSHak atas dividenAsal lembarnya
Saham biasaAda, satu saham satu suaraSetelah hak saham istimewa dipenuhiSetoran modal pendiri atau pembeli di penawaran umum
Saham istimewa (preferen)Sering dibatasi, tergantung anggaran dasarDidahulukan, bisa kumulatifKlasifikasi khusus yang ditetapkan anggaran dasar
Saham treasuryTidak dapat dipakaiTidak menerimaSaham beredar yang dibeli kembali oleh emiten
Saham bonusSama dengan saham induknyaSama dengan saham induknyaKapitalisasi agio atau cadangan menjadi saham baru

Saham biasa adalah lembar kepemilikan yang paling umum

Saham biasa adalah bukti bahwa Anda ikut memiliki perseroan sebesar porsi lembar yang Anda pegang dibanding seluruh saham yang beredar. Hampir semua saham yang diperjualbelikan di pasar reguler Bursa Efek Indonesia termasuk kelompok ini. Pemiliknya punya empat pegangan utama: suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham, bagian dari dividen jika RUPS memutuskan membagi laba, hak memesan saham baru lebih dulu ketika perusahaan menambah modal, dan klaim atas sisa kekayaan bila perusahaan dibubarkan.

Klaim terakhir itu sekaligus menunjukkan posisi saham biasa: berada di barisan paling belakang. Saat likuidasi, kreditur dan pemegang saham istimewa dilunasi lebih dulu; saham biasa hanya menerima sisanya, dan sisa itu bisa nihil. Sebagai imbangannya, tanggung jawab pemegang saham biasa terbatas pada nilai saham yang sudah disetor. Jika perseroan berutang besar, harta pribadi Anda di luar saham tidak ikut ditagih.

Ada satu detail yang sering luput. UU Perseroan Terbatas mensyaratkan saham dikeluarkan atas nama pemiliknya dan memiliki nilai nominal. Nilai nominal ini bukan harga pasar. Saham dengan nominal Rp100 bisa saja diperdagangkan jauh di atas atau di bawah angka tersebut, tergantung penilaian pasar.

Saham istimewa adalah nama lain saham preferen

Di dokumen berbahasa Indonesia, “saham istimewa” dan “saham preferen” merujuk pada hal yang sama: saham dengan hak yang berbeda dari saham biasa, biasanya berupa prioritas dalam urusan uang. Beberapa ciri yang lazim ditemukan:

  • Dividen didahulukan. Pemegang saham istimewa menerima dividen sebelum pemegang saham biasa, sering kali dengan besaran yang sudah ditetapkan.
  • Bisa kumulatif. Bila tahun ini perusahaan tidak membagi dividen, hak pemegang preferen kumulatif menumpuk dan harus dibayar lebih dulu ketika pembagian dilanjutkan.
  • Urutan likuidasi lebih depan dibanding saham biasa, tetapi tetap di belakang kreditur.
  • Hak suara terbatas atau bahkan tanpa hak suara, sesuai yang diatur anggaran dasar.
  • Dapat dikonversi menjadi saham biasa pada rasio tertentu, bila fitur itu disediakan.

Di Bursa Efek Indonesia, saham istimewa jauh lebih jarang ditemui dibanding saham biasa. Jika Anda membaca istilah ini di laporan keuangan sebuah emiten, periksa catatan atas modal saham: di sana biasanya dirinci jumlah lembar per klasifikasi dan hak masing-masing.

Saham treasury adalah saham yang dipegang emiten itu sendiri

Saham treasury, atau saham tresuri, lahir ketika emiten membeli kembali sahamnya dari pasar melalui program buyback lalu menyimpannya. Selama berada di tangan perusahaan, lembar tersebut tidak memberi hak suara, tidak dihitung dalam kuorum rapat, dan tidak menerima dividen. Perusahaan bisa menjualnya lagi kelak, memakainya untuk program kepemilikan karyawan, atau menarik dan menghapusnya melalui pengurangan modal.

Bagi Anda yang memegang saham biasa, keberadaan saham treasury berarti jumlah saham yang “aktif” mengecil. Porsi kepemilikan Anda terhadap saham yang masih beredar naik sedikit tanpa membeli apa pun. Mekanismenya dijelaskan dengan kalkulator di halaman buyback saham.

Saham bonus adalah saham tambahan tanpa setoran baru

Saham bonus diberikan cuma-cuma kepada pemegang saham lama, sebanding dengan kepemilikannya. Sumbernya bukan laba tahun berjalan, melainkan kapitalisasi pos ekuitas seperti agio saham, yaitu selisih harga penerbitan di atas nilai nominal yang dulu disetor investor. Pos itu “dipindah” menjadi modal saham, lalu diwujudkan sebagai lembar baru.

Contohnya, emiten mengumumkan saham bonus dengan rasio 10 : 1. Pemegang 1.500 lembar akan menerima 150 lembar tambahan sehingga menjadi 1.650 lembar. Karena kekayaan perusahaan tidak bertambah hanya karena lembarnya bertambah, harga pasar secara teoretis menyesuaikan turun. Nilai total kepemilikan Anda pada hari penyesuaian kurang lebih sama; yang berubah adalah jumlah lembarnya.

Saham bonus mirip dengan dividen saham, tetapi sumbernya berbeda. Dividen saham diambil dari saldo laba, sedangkan saham bonus dari agio atau cadangan lain. Perbedaan sumber ini bisa membawa perlakuan akuntansi dan pajak yang berbeda, sehingga pengumuman resmi emiten perlu dibaca utuh.

Saham kosong adalah istilah pasar, bukan klasifikasi hukum

Anda tidak akan menemukan “saham kosong” di UU Perseroan Terbatas maupun di daftar klasifikasi saham emiten. Istilah ini beredar di percakapan investor dengan beberapa makna yang perlu dibedakan:

  1. Jual kosong (short selling). Menjual saham yang belum dimiliki dengan cara meminjam, berharap bisa membelinya kembali di harga lebih rendah. Di BEI, transaksi ini hanya bisa dilakukan melalui rekening efek marjin pada sekuritas yang mendapat persetujuan, dan hanya untuk saham yang masuk daftar efek yang ditetapkan bursa. Rekening reguler biasa tidak bisa melakukannya.
  2. Posisi kosong. Sebutan santai ketika seseorang sudah menjual seluruh saham tertentu, misalnya “saya sudah kosong di saham itu”.
  3. Antrean kosong. Kondisi ketika di sisi beli atau jual daftar antrean nyaris tidak ada pesanan, sehingga saham sulit ditransaksikan. Ini tanda likuiditas yang tipis.

Ada juga yang memakai istilah itu untuk saham tanpa nilai nominal. UU Perseroan Terbatas justru menutup kemungkinan tersebut: saham tanpa nilai nominal tidak dapat dikeluarkan. Jadi bila seseorang menawarkan “saham kosong” dengan janji untung pasti, anggap itu tanda bahaya dan periksa legalitas penawarnya di OJK.

Pembagian lain yang masih Anda temui

Dari sisi bentuk, saham di bursa Indonesia kini tercatat tanpa warkat (scripless) di rekening efek KSEI; lembar sertifikat fisik hanya tersisa pada kasus lama dan harus dikonversi agar bisa diperdagangkan. Dari sisi perilaku harga, analis juga suka memberi label seperti saham siklikal atau defensif, tetapi label itu bukan jenis hukum dan tidak mengubah hak Anda sebagai pemegang saham.

Catatan risiko. Mengetahui jenis saham tidak menjamin keuntungan. Saham biasa, preferen, maupun yang berasal dari saham bonus sama-sama bisa turun nilainya. Contoh angka di halaman ini hanya ilustrasi, bukan saran membeli atau menjual efek tertentu.

Tanya-jawab singkat

Apakah saham yang saya beli di aplikasi termasuk saham biasa?

Hampir selalu ya. Saham yang diperdagangkan di pasar reguler BEI umumnya saham biasa. Anda bisa memastikannya lewat prospektus atau laporan tahunan emiten pada bagian modal saham.

Apa beda saham istimewa dan saham biasa?

Saham istimewa (preferen) biasanya didahulukan dalam dividen dan pembagian sisa kekayaan, tetapi hak suaranya sering terbatas. Saham biasa punya hak suara penuh namun berada di barisan terakhir saat likuidasi.

Apakah saham treasury menerima dividen?

Tidak. Selama dipegang emiten, saham treasury tidak menerima dividen dan tidak memiliki hak suara.

Apakah saham bonus membuat saya lebih kaya?

Tidak secara otomatis. Lembar bertambah, tetapi harga menyesuaikan turun sehingga nilai total pada hari penyesuaian relatif sama.

Lanjut membaca di buku saku