Langsung ke isi
ModalWallet
Daftar isi

Buyback Saham: Saat Emiten Membeli Kembali Sahamnya Sendiri

Diperiksa

Pengumuman buyback sering disambut sebagai kabar baik. Sebelum ikut bersorak, pahami dulu mekanismenya: dari mana uangnya, berapa banyak yang boleh dibeli, ke mana saham itu pergi, dan apa arti semua itu bagi pemegang saham yang tidak menjual.

Beberapa koin emas jatuh masuk ke celah bercahaya, gambaran perusahaan menarik kembali sahamnya

Kenapa perusahaan membeli sahamnya sendiri

Alasan yang biasa disampaikan emiten antara lain: menilai harga pasar di bawah nilai wajarnya, mengembalikan kelebihan kas kepada pemegang saham, menyiapkan saham untuk program kepemilikan karyawan, atau menstabilkan harga ketika pasar bergejolak. Tujuan resmi itu tercantum dalam keterbukaan informasi dan layak dibaca, sebab tujuan yang berbeda membawa konsekuensi berbeda.

Batasan yang perlu Anda tahu

  • UU Perseroan Terbatas membatasi jumlah nilai nominal saham yang dibeli kembali, termasuk yang sudah dikuasai perseroan, paling banyak sepuluh persen dari modal ditempatkan, kecuali diatur lain dalam peraturan pasar modal.
  • Pembelian kembali tidak boleh membuat kekayaan bersih perseroan menjadi lebih kecil dari modal ditempatkan ditambah cadangan wajib.
  • Emiten di pasar modal wajib mengikuti ketentuan OJK soal tata cara, pengumuman, dan jangka waktu pelaksanaan. Pada masa pasar berfluktuasi signifikan, OJK pernah mengizinkan emiten melakukan buyback tanpa menunggu persetujuan RUPS lebih dulu.

Ke mana saham hasil buyback pergi

Saham yang dibeli kembali menjadi saham treasury. Selama disimpan, saham itu tidak punya hak suara dan tidak menerima dividen. Nantinya perusahaan bisa menjualnya kembali ke pasar, mengalihkannya untuk program karyawan, atau menghapusnya lewat pengurangan modal. Setiap pilihan diumumkan melalui keterbukaan informasi.

Dampaknya bagi pemegang saham yang bertahan

Jika Anda tidak menjual, jumlah lembar Anda tetap, tetapi jumlah saham beredar yang punya hak berkurang. Porsi Anda naik secara relatif. Contoh: perusahaan memiliki 2 miliar saham beredar dan membeli kembali 100 juta. Pemegang 50.000 lembar yang semula memiliki 0,0025% kini memegang sekitar 0,0026% dari saham yang masih beredar.

Porsi kepemilikan Anda sebelum dan sesudah buyback

Porsi sebelum: 0,0025% · porsi atas saham yang masih beredar sesudahnya: 0,0026%

Saham treasuri tidak ikut dihitung sebagai saham beredar untuk hak suara dan dividen, sehingga porsi relatif Anda naik tanpa membeli apa pun.

Efek serupa terjadi pada laba per saham. Laba bersih Rp400 miliar dibagi 2 miliar saham menghasilkan Rp200 per saham. Setelah buyback 100 juta saham, laba yang sama dibagi 1,9 miliar saham menjadi sekitar Rp210,5 per saham. Kenaikan ini murni karena pembaginya mengecil, bukan karena bisnis membaik. Di sisi lain, kas perusahaan berkurang sebesar dana buyback, sehingga cadangan untuk ekspansi atau membayar utang juga menyusut.

Contoh fiktif. Kolom kosong berarti tidak ada angka pembanding.
UkuranSebelum buybackSesudah buyback
Saham beredar2.000.000.0001.900.000.000
Laba bersih (contoh)Rp400 miliarRp400 miliar
Laba per sahamRp200Rp210,5
Kas perusahaanBerkurang sebesar dana buyback

Tanda yang layak dicermati

  • Dana buyback yang besar dibanding kas, sementara utang jatuh tempo menumpuk.
  • Pemegang saham pengendali atau pihak terafiliasi justru melepas saham pada periode yang sama.
  • Program diumumkan berulang kali tetapi realisasinya selalu jauh di bawah rencana.
  • Saham treasury dari program lama belum jelas nasibnya ketika program baru diumumkan.

Tidak satu pun dari tanda itu otomatis berarti buruk, tetapi masing-masing layak menjadi alasan membaca laporan keuangan dan keterbukaan informasi dengan lebih teliti.

Buyback atau dividen tunai: dua cara mengembalikan kas

Dari sudut pandang perusahaan, keduanya sama-sama mengeluarkan kas kepada pemegang saham. Bedanya ada pada siapa yang menerima dan kapan. Dividen tunai dibagikan kepada semua pemegang saham yang tercatat, sebanding kepemilikan. Buyback hanya memberi uang kepada pemegang saham yang memilih menjual di pasar pada periode pelaksanaan; yang bertahan tidak menerima uang, tetapi porsinya membesar.

Waktu pelaksanaannya pun berbeda. Dividen punya tanggal yang pasti, sedangkan buyback bisa berlangsung pelan-pelan selama berbulan-bulan dan berhenti kapan saja. Karena itu, pengumuman buyback sebaiknya dibaca sebagai rencana dengan batas atas, bukan janji bahwa seluruh dana akan dibelanjakan.

Cara membaca pengumuman buyback

  1. Catat nilai maksimum dana dan jumlah maksimum saham yang akan dibeli.
  2. Periksa periode pelaksanaan. Program bisa berlangsung berbulan-bulan dan tidak wajib dihabiskan.
  3. Lihat sumber dana, biasanya kas internal. Bandingkan dengan posisi kas di laporan keuangan terakhir.
  4. Baca rencana atas saham treasury: dijual lagi, untuk karyawan, atau dihapus.
  5. Pantau laporan realisasi; emiten melaporkan berapa yang benar-benar dibeli.
Catatan risiko. Buyback tidak menjamin harga naik. Program bisa dihentikan lebih awal atau tidak terealisasi penuh. Angka pada contoh adalah rekaan.

Tanya-jawab singkat

Apakah pemegang saham wajib menjual saat ada buyback?

Tidak. Buyback lewat bursa bersifat sukarela; perusahaan membeli dari pasar seperti investor lain.

Apakah saham hasil buyback mendapat dividen?

Tidak. Saham treasury tidak menerima dividen dan tidak punya hak suara selama dipegang perusahaan.

Berapa banyak saham yang boleh dibeli kembali?

UU Perseroan Terbatas membatasi paling banyak sepuluh persen dari modal ditempatkan, kecuali peraturan pasar modal menentukan lain.

Lanjut membaca di buku saku